Bandara Eropa-Inggris Tetap Berlakukan Aturan Cairan 100ml

1 week ago 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Era perlengkapan mandi kecil yang hampir berakhir harus berujung antiklimaks. Karena bandara-bandara di Eropa memberlakukan kembali peraturan ketat barang cair yang boleh dibawa traveler.

Mengutip BBC, Senin (9/9/2024), beberapa destinasi Uni Eropa telah menghapus batas 100ml untuk barang cair yang boleh dibawa ke dalam kabin.

Namun mulai hari Minggu (1/9), mereka harus kembali karena ada masalah teknis pada pemindai keamanan yang baru. Aturan itu mengikuti langkah serupa yang dilakukan oleh Inggris pada awal musim panas ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, jika Anda sedang berlibur, maka tidak dapat membeli sebotol besar suncream, parfum, atau minuman lokal sebelum tiba di bandara. Apakah peraturan yang longgar di beberapa lokasi akan diberlakukan kembali?

Uni Eropa

Penumpang maskapai penerbangan di seluruh dunia telah terbiasa dengan pembatasan ketat 100ml untuk cairan, pasta, dan gel, yang harus dimasukkan ke dalam kantong plastik bening.

Namun, mesin pemindaian baru yang menggunakan teknologi CT X-ray secara teori seharusnya dapat meloloskan cairan dalam jumlah yang lebih besar, dan laptop tetap berada di dalam tas.

Beberapa bandara Uni Eropa, misalnya di Roma dan Amsterdam, telah memberlakukan mesin pemindai tersebut dan melonggarkan peraturannya. Sebagian besar belum. Beberapa yang lain telah menguji coba teknologi baru ini.

Airports Council International (ACI) cabang Eropa memperkirakan sekitar 350 pemindai ini telah digunakan di 13 negara Uni Eropa seperti Jerman, Irlandia, Italia, Lituania, Malta, Belanda, dan Swedia.

Aturan barang cair 100mlAturan barang cair 100ml di kabin pesawat (Foto: BBC)

Namun, Uni Eropa telah memberlakukan kembali batas 100ml sehingga masalah teknis dengan peralatan baru ini bisa diatasi, meskipun tidak disebutkan masalah apa yang dimaksud.

Beberapa laporan menyatakan bahwa pemindai ini tidak akurat untuk beberapa wadah cairan yang dibawa di dalam tas.

Pada bulan Juli, ACI Eropa mengkritik pembatasan tersebut sebagai "kemunduran bagi pengalaman penumpang dan pukulan bagi investasi besar yang dilakukan oleh bandara."

Direktur jenderalnya, Olivier Jankovec, mengatakan bahwa keamanan merupakan prioritas utama. "Mereka yang jadi pengadopsi awal dari teknologi baru ini akan terkena sanksi yang besar, baik secara operasional maupun finansial," imbuh dia.

Dia juga berpendapat bahwa pembatasan penggunaan teknologi tersebut mempertanyakan kepercayaan dan keyakinan yang dapat diberikan oleh industri terhadap sistem sertifikasi Uni Eropa saat ini untuk peralatan keamanan penerbangan.

Inggris

Prediksi bahwa semua bandara di Inggris akan menghapus batas cairan bagasi kabin tahun ini tidak terjadi.

Pemerintah Konservatif sebelumnya telah mewajibkan peralatan pemindaian yang canggih untuk dipasang di jalur keamanan paling lambat pada bulan Juni 2024, namun ternyata tidak semudah itu.

Beberapa bandara yang lebih kecil, kesulitan menerapkannya. London City, Teesside, Newcastle, Leeds-Bradford, Aberdeen, dan Southend telah mematuhinya tepat waktu dan membatalkan peraturan cairan yang lama.

Namun, bandara-bandara lain seperti Heathrow, Gatwick, dan Manchester belum mematuhinya. Alasannya beragam, mulai dari kebutuhan untuk pekerjaan konstruksi, hingga masalah rantai pasok. Mereka diberi lebih banyak waktu untuk menyiapkan peralatan baru.

Namun pada pertengahan Juni, Departemen Transportasi tiba-tiba mengumumkan bahwa batas cairan 100ml harus diberlakukan kembali di tempat-tempat yang telah dibatalkan.

Bandara-bandara yang telah membatalkan peraturan tersebut harus segera mengubah prosesnya dan para bos bandara marah karena perubahan yang tiba-tiba ini.

Mengapa aturan tersebut kembali ke awal?

Komisi Eropa mengumumkan pada akhir Juli bahwa ukuran maksimum yang diizinkan untuk wadah cairan individu akan dikembalikan ke 100ml.

Belum ada tanggal kapan aturan tersebut akan dilonggarkan kembali.

Komisi mengatakan bahwa hal ini tidak dilakukan sebagai tanggapan atas ancaman baru, melainkan untuk mengatasi masalah teknis sementara pemindai generasi baru.

Komisi juga mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan tersebut sejalan dengan mitra internasional Uni Eropa, dan solusi teknis yang cepat akan dikembangkan.

Pemerintah Inggris sebelumnya mengatakan bahwa sistem perlu ditingkatkan setelah informasi baru terungkap.

Namun pemerintah juga tidak memberikan tenggat batas 100ml, sehingga tidak jelas berapa lama situasi ini akan berlangsung.


(msl/wsw)

Read Entire Article